5 Pasti Umroh

5 PASTI Umroh diciptakan untuk mengamankan tingginya apresiasi jamaah untuk melakukan beribadah umroh. Setiap tahunnya, jamaah bertambah terus dan makin tinggi. Catatan mulai sejak 1 Januari sampai 16 April dilaporkan, jumlah jamaah umrah meraih 21.425 orang. Rata-rata tiap-tiap minggu ada sekitaran 1.500 jamaah umrah pergi ke Saudi. Kantor Urusan Haji (KUH) negara Indonesia di Jeddah melaporkan, data jamaah umrah sampai 16 April terdaftar sejumlah 21.425 orang.

5 PASTI Umroh Diterapkan Khazzanah Tours Secara Berkesinambungan

Jamaah senilai 21.425 orang berangkat dengan 85 jenis travel atau Penyelenggara Perjalanan Beribadah Umrah (PPIU), diantaranya Khazzanah Tours yang telah melayani sejak tahun 2001. Data ini bertambah bila dibanding rekapitulasi per 2 April yang terdaftar sejumlah 17.701 jamaah umrah. Berdasarkan laporan umrah yang ditulis KUH itu, dalam rentang 14 hari (2-16 April) jumlah jamaah umrah dari Indonesia terdaftar meraih 3.724 orang, atau rata-rata ada 266 jamaah umrah yang terbang ke Saudi sehari-harinya. Jumlah jamaah umrah ini diperkirakan makin banyak pada sepanjang bulan puasa, awal Idul Fitri, serta hari-hari besar keagamaan Islam yang lain, dan hari libur sekolah.
Tingginya animo masyarakat terhadap umroh, Direktur Pembinaan Haji serta Umrah Muhajirin Yanis ciptakan 5 PASTI Umroh agar supaya tidak tertipu dengan janji palsu dengan harga yang di tawarkan penyelenggara umrah. 5 PASTI Umroh adalah :

  1. PASTI Travel Berizin di Departemen Agama,
  2. PASTI Penerbangan serta Jadwal Keberangkatan,
  3. PASTI harga dan Program layanannya,
  4. PASTI Hotelnya, serta
  5. PASTI Visanya.

Program 5 PASTI terwujud berdasarkan tingginya potensi menyebabkan permasalahan, ungkap Inspektorat Jenderal Kementerian agama M. Jasin. Karenanya dia mengharapkan setiap orang berhati hati pada saat memilih travel umrah. ”Supaya aman, janganlah sungkan-sungkan mencari info di Kementerian agama travel umrah mana saja yang rekam jejaknya baik, aman, serta terpercaya” kata dia di Jakarta, tempo hari.

Bekas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, penipuan umrah sangat banyak jenisnya. Yang seringkali yaitu, jamaah umrah tidak berhasil pergi, walau sebenarnya telah menyetor beberapa duit ke pihak travel. Kementerian agama kerap terima laporan calon jamaah umrah tidak berhasil pergi walau sebenarnya telah ada di bandara.

Beberapa waktu lalu Ditjen PHU sudah memberi sanksi pada 7 (tujuh) PPIU serta 6 (enam) BPW yang dilaporkan ke Bareskrim Polri lantaran tak memiliki izin penyelenggaraan umrah dari Kementerian agama.
Perusahaan yang terkena sanksi yaitu ; PT. Mulia Wisata Kekal, PT. Senabil Madinah Barakah, PT. Al Aqsa Jisra Dakwah, PT. Mediterania Travel, PT. Muaz Barakat Safar, PT. Pandi Kencana Murni, serta PT. Mustaqbal Lima Wisata.

Mengenai perusahan yang dilaporkan ke Bareskrim Polri yakni ; PT. Baitussalam Papua Tur & Travel, PT. Al Fatih, PT. Uslub, PT. Nur Medinah Intermedia, PT. E-Consultan, PT. Baburrahman serta beberapa waktu terakhir yaitu PT. Rumi (Tempat tinggal Manasik Indonesia).

Penegakan hukum ini selalu bakal berlanjut sesuai sama 4 Tindakan Riil Dalam Reformasi Umrah, yakni : Pertama, Penegakan Hukum ; Ke-2, Penandatanganan Pakta Integritas ; Ketiga, Gerakan 1. 000 Stiker Umrah (lima tentu) ; Ke empat, Pembentukan Panitia Spesial.