visa umroh

Biaya Visa Umroh terbaru yang diputuskan oleh Otoritas Arab Saudi untuk warga asing termasuk jemaah haji dan umroh, seperti yang dikutip dari detik.com

Seperti yang ditulis media lokal, Arab News, Selasa (9/8/2016), ketentuan ini diambil atas referensi Kementerian Keuangan serta Kementerian Ekornomi serta Rencana Saudi, di dalam meningkatnya pendapatan non-minyak. Ketentuan ini diambil dalam rapat kabinet yang dipimpin Wakil Pelindung Dua Masjid Suci, Pangeran Mohammed bin Naif, di Istana Al-Salam, Jeddah.

Biaya Visa Umroh Terbaru Tidak Untuk Pertama Kali Umroh / Haji

Berdasar pada ketentuan baru ini, biaya visa sekali masuk atau one-time entry visa untuk umum (bukan untuk naik haji atau umroh) diputuskan sebesar 2 ribu riyal atau Rp 6, 9 juta. Tetapi untuk jemaah yang baru kali pertama lakukan beribadah haji ataupun umroh, biaya Visa Umroh itu bakal dijamin otoritas Saudi dengan kata lain tidak dipungut biaya.

Sedangkan biaya visa paket umroh multiple entry, untuk sekian kali perjalanan, diputuskan 3 ribu riyal (Rp 10 juta) yang berlaku 6 bulan. Biaya lebih tinggi berlaku untuk kala berlaku lebih lama, yaitu 5 ribu riyal (Rp 17, 4 juta) yang berlaku 1 tahun serta 8 ribu riyal (Rp 27, 9 juta) yang berlaku 2 tahun.

Sementara itu biaya visa transit ditetapkan sebesar 300 riyal atau Rp 1 juta. Kemudian biaya visa keberangkatan bagi mereka yang meninggalkan Saudi via kapal laut, ditetapkan 50 riyal (Rp 174 ribu).

Lalu biaya visa keluar atau dimaksud dengan exit/re-entry visa buat mereka yang bakal keluar dari lokasi Saudi, diputuskan 200 riyal (Rp 699 ribu) untuk single trip (satu kali kunjungan) dengan kala berlaku maksimum 2 bulan. Diberlakukan biaya penambahan 100 riyal (Rp 349 ribu) untuk penambahan kala berlaku per bulannya.

Sedang untuk visa keluar multiple trips (kian lebih satu kali kunjungan), diputuskan 500 riyal (Rp 1, 7 juta) dengan kala berlaku maksimum 3 bulan. Biaya penambahan per bulan diputuskan 200 riyal (Rp 699 ribu). Di Saudi, terkecuali visa untuk masuk, tiap-tiap warga asing juga memerlukan visa keluar atau dimaksud dengan exit/re-entry visa untuk keluar dari negara itu.

Dekrit kerajaan sudah disiapkan untuk ketentuan baru ini. Ketentuan ini telah diberlakukan pada 1 Muharram 1438, yang jatuh pada 2 Oktober 2016.