hajar aswad

Hajar Aswad sebenarnya adalah batu hitam, merupakan batu hitam yang berada di syurga dan dibawa turun oleh malaikat Jibril ke dunia dalam wujud batu meteor.
Kala itu Nabi Ismail AS, diminta oleh Nabi Ibrahim AS, untuk mencari sebuah batu yang memiliki bentuk khas dan pantas untuk dimuliakan dan dijadikan penghias Kabah.
Ketika mencari batu tersebut, Nabi Ismail AS melihat cahaya jatuh dari langit. Langsung saja Nabi Ismail AS mengikuti arah batu itu terjatuh sampai akhirnya Nabi Ismail AS, menemukannya. Maka karena bentuknya yang unik, Nabi Ismail AS mengambilnya dan memberitahu Nabi Ibrahim AS bahwa batu itu dia peroleh melalui Malaikat Jibril.

Batu itu kini ada di salah satu sudut Ka`bah yaitu di sebelah tenggara dan menjadi tempat awal dan akhir melakukan ibadah tawaf mengelilingi Ka`bah. Ketika mengunjungi batu hitam ini, umat Islam disunahkan berdoa yang artinya kira2 demikian: “ya Allah, kepadamu aku datang memenuhi panggilanmu” sambil mencium batu Hajar Aswad itu, yang menyimbolkan kedekatan umat dengan Allah SWT.

Batu hitam inilah yang kemudian diberi nama Hajar As`ad, dan sejalan dengan kemajuan zaman akhirnya batu hitam tersebut di buatkan bingkai dan ditaruh pada posisi 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Batu yang berbentuk telur dengan warna hitam kemerah-merahan. Di dalamnya ada titik-titik merah campur kuning sebanyak 30 buah. Dibingkai dengan perak setebal 10 cm. Konon bingkai2 indah ini dibuatkan oleh Abdullah bin Zubair, seorang shahabat Rasulullah SAW, untuk memuliakan batu hitam ini. Secara kasat mata, bentuk Hajar As’ad dibuat mirip bentuk vagina adalah melambangkan betapa Islam sangat mengagungkan wanita. Tertulis dalam sjumlah Hadist yang shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra.

Rasulullah SAW bersabda, “Hajar Aswad turun dari surga berwarna lebih putih dari susu lalu berubah warnanya jadi hitam akibat dosa-dosa bani Adam.” (HR Timirzi, An-Nasa`I, Ahmad, Ibnu Khuzaemah dan Al-Baihaqi).

Maksudnya adalah bahwa sebelum jatuh dalam wujud batu meteor, dulunya batu hitam ini putih dan menjadi hitam karena dosa bani Adam. Namun ketahuilah bahwa batu hitam ini kelak akan dihidupkan kembali sama seperti zat hidup lainnya, hal ini tertulis di dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra.

Rasulullah SAW bersada, “Demi Allah, Allah akan membangkit hajar Aswad ini pada hari qiyamat dengan memiliki dua mata yang dapat melihat dan lidah yang dapat berbicara. Dia akan memberikan kesaksian kepada siapa yang pernah mengusapnya dengan hak.” (HR Tirmizy, Ibnu Majah, Ahmad, Ad-Darimi, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, At-Tabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Al-Asbahani).

At-Tirmizi mengatakan bahwa hadits ini hadits hasan. Sedangkan Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam kitab Shahihul Jami` no. 2180, 5222 dan 6975. Dari Abdullah bin Amru berkata, “Malaikat Jibril telah membawa Hajar Aswad dari surga lalu meletakkannya di tempat yang kamu lihat sekarang ini. Kamu tetap akan berada dalam kebaikan selama Hajar Aswad itu ada. Nikmatilah batu itu selama kamu masih mampu menikmatinya. Karena akan tiba saat di mana Jibril datang kembali untuk membawa batu tersebut ke tempat semula. (HR Al-Azraqy).

Bagaimanapun juga Hajarul Aswad adalah batu meteor biasa, dan meskipun banyak kaum muslimin yang menciumnya atau menyentuhnya, hal tersebut hanya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Umar bin Al-Khattab berkata, “Demi Allah, aku benar-benar mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberi madharat maupun manfaat. Kalaulah aku tidak melihat Rasulullah SAW menciummu aku pun tidak akan melakukannya.” Ini bukan berarti bahwa umat Islam hanya sekedar ikut-ikutan semata, melainkan karena kehendak Allah SWT.

Wallahu a`lam bish-shawab, wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.