Tata Cara Mandi Wajib / junud adalah rukun dan syarat mandi untuk menghilangkan hadast besar karena keluar mani, bersetubuh, haid nifas, dan melahirkan. Mandi wajib yang benar, terdapat tata cara mandi wajib agar kita benar-benar bersih dari hadast besar. Mandi wajib terdapat niat yang harus dibaca baik itu secara lisan maupun dalam hati. Hukum mandi wajib/mandi junud/mandi besar adalah wajib.

Tata Cara Mandi Wajib dan Bacaan Doa Niat Mandi Wajib

Apabila Anda telah menginjak masa pubertas maka segera mengetahui tata cara dan doa niat mandi wajib. Mandi wajib / mandi junub dilakukan bagi seseorang yang beradap di masa pubertas, untuk menyucikan diri dari hadast besar. Apabila Anda mempunyai hadast besar, maka :

  • Dilarang mendirikan sholat, baik itu shalat wajib maupun shalat sunnat
  • Dilarang Mengerjakan thawaf yang merupakan rukun haji dan Umroh
  • Tidak boleh menyentuh atau membawa Al-Qur’an
  • Dilarang berdiam di mesjid / i’tikaf

Apabila sedang Haid / Nifas, maka dilarang :

  • Seluruh larangan hadast besat
  • Dicerai (ditalak)
  • Bersetubuh
  • Ke mesjid
  • Berpuasa baik yang wajib atau sunat
  • Bersenang-senang antar pusar perut dan lutut

Berikut ini tata cara mandi wajib dan bacaan doa niat mandi wajib berdasarkan tuntutan nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadist sahih, yaitu :

    1. Niat Mandi Wajib, dapat dibaca secara lisan atau dalam hati baik dengan menggunakan bahasa arabnya, atau jika tidak hafal gunakan bahasa Indonesia saja, tapi lain kali niat mandi wajib dengan bahasa Arabnya agar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Berikut doa niatnya :
      1. Doa niat mandi wajib secara umum bertujuan untuk membedakan dengan mandi biasa :
        doa mandi wajib | tata cara mandi wajib
        Bacaan doa niat mandi wajib: Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.
        Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.
      2. Doa niat mandi wajib setelah mimpi basah / keluar mani / atau bersetubuh:
        Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari ‘An Jamiil Badanii Likhuruji Maniyyi Minal Inaabati Fardhan Lillahi Ta’aal.
        Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah ta’ala.
      3. Doa niat mandi wajib karena haid (menstruasi):
        Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala.
        Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardu karena Allah ta’ala
      4. Doa niat mandi wajib karena nifas:
        Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala,
        Artinya: Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala.
    2. Membersihkan kedua telapak tangan dengan cara siram atau basulah tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan sebaliknya, basulah atau siram tangan kanan dengan tangan kiri. Diulangi sampai 3 kali.
    3. Mencuci Kemaluan dan membersihkan dari hadast dan juga kotoran yang terdapat di sekitarnya dengan menggunakan tangan
    4. Berwudhu setelah membersihkan kemaluan, seperti ketika kita hendak shalat.
    5. Membasuh Rambut dan Menyela Pangkal Kepala. Caranya adalah dengan memasukkan kedua tangan ke air, kemudian dengan menggosokkan rambut sampai kulit kepala dengan menggunakan jari-jari tangan. Kemudian siram kepala 3x.
    6. Menyiram dan Membersihkan Seluruh Anggota Tubuh. Pastikan seluruh anggota tubuh tersiram air dan bersihkan, baik pada bagian-bagian yang tersembunyi atau lipatan seperti ketiak, dibawah kemaluan, badan bagian belakang, dan juga pada sel-sela jari kaki.

Artikel ini dipersembahkan oleh Khazzanah Tours, selalu berkhidmat melayani tamu tamu Allah dengan beragam paket umroh promo, paket umroh plus, paket umroh ramadhan dan paket haji ONH plus.
Informasi lebih lengkap, bisa hubungi Call / SMS / Whatsapp / Telegram : 0811.918.0031 atau PIN D69C3FB9 untuk tanggap cepat 1 x 24 jam.