tata-cara-tawaf

Tata Cara Tawaf umroh dan haji perlu dipahami agar ibadah umroh dan haji berjalan dengan baik. Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali di mana posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jama’ah. Tata Cara Tawaf umroh diawali dan diakhiri sejajar dan searah dengan Hajar Aswad. Karena posisi Ka’bah berada di sebelah kiri jama’ah, berarti orang yang thawaf berputar (mengelilingi) Ka’bah pada posisi berlawanan arah jarum jam.

Prosesi Tawaf 7 putaran dilakukan setelah memakai pakaian ihram di Miqat.

Tata Cara Tawaf Umroh dan Tahapannya

  • Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca “Allahu akbar” atau “Bismillah Allahu akbar” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya. Jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat. Ini dilakukan pada setiap putaran thawaf.
  • Thawaf umroh 7 putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan disunnahkan berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama dan berjalan biasa pada 4 putaran terakhir.
  • Mengusap Rukun Yamani pada setiap putaran thawaf, hukumnya sunnah. Namun tidak dianjurkan mencium rukun Yamani. Dan apabila tidak memungkinkan untuk mengusapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.
  • Membaca QS. Al Baqarah: 201, Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca,

    رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

    “Robbana aatina fid dunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” (Ya Rabb kami, karuniakanlah pada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta selamatkanlah kami dari siksa neraka). (QS. Al Baqarah: 201)

  • Tidak ada dzikir atau bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain membaca QS. Al Baqarah: 201. Seseorang yang thawaf boleh membaca Al Qur’an atau do’a dan dzikir yang ia suka.
  • Setelah thawaf, tutup kedua pundaknya, lalu menuju ke makam Ibrahim sambil membaca,

    وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى

    “Wattakhodzu mim maqoomi ibroohiima musholla” (Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat) (QS. Al Baqarah: 125).

  • Shalat sunnah thawaf dua raka’at di belakang Maqam Ibrahim[2], pada rakaat pertama setelah membaca surat Al Fatihah, membaca surat Al Kaafirun dan pada raka’at kedua setelah membaca Al Fatihah, membaca surat Al Ikhlas.[3]
  • Setelah shlat sunnah, disunnahkan minum air zam-zam dan menyiramkannya kebadan.
  • Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir, lalu mengusap dan menciumnya jika hal itu memungkinkan atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.

Ada beberapa jenis Thawaf, yaitu :

  • Thawaf Ifadah
  • Thawaf Wada’
  • Tawaf Qudum
  • Tawah Sunnah

Setelah melaksanakan tawaf 7 putaran, selanjutnya melaksanakan Sa’i.